Category Archives: news

TEKNOLOGI ROBOT YANG RAMAH BAGI WANITA

Category : articles , news

Melalui bedah robotik segala prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim dapat lebih nyaman untuk pasien maupun dokter.

Histerektomi merupakan operasi pe-ngangkatan rahim. Operasi histerek­tomi ada dua macam. Pertama, histerek­tomi parsial, tindakan pengangkatan hanya rahim. Kedua, histerektomi total- prosedur operasi pengangkatan rahim beserta leher rahim.

Selain tindakan open surgery, histerek­tomi dapat dilakukan melalui sa-yatan kecil menggunakan scope (pipa kecil) tipis ber­lampu dengan kamera di ujungnya. Hal Ini disebut histerektomi laparoskopi.

Dalam histerektomi laparoskopi dengan robotik, dokter bedah menggunakan kom­puter untuk mengontrol instrumen bedah. “Stasiun” komputer ada di ruang operasi.

Metode ini membuat dokter mampu mengontrol gerakan dengan mantap dan tepat.

Dengan robotik, memungkinkan dok­ter menjangkau bagian tubuh yang sempit serta memiliki pandangan operasi yang lebih baik dibandingkan dengan operasi laparoskopi konvensional.

 

INDIKASI

Dokter bedah merekomendasikan histerek­tomi jika pasien mempunyai masalah ra­him yang tidak dapat diselesaikan melalui prosedur perawatan lain. Berikut beberapa alasan umum mengapa histerektomi dire­komendasikan:

  • Tumor fibroid non-kanker
  • Tumor kanker
  • Prolaps uterus (rahim pasien telah masuk ke dalam vagina)
  • Endometriosis (sel dari lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim. Hal ini me­nyebabkan nyeri dan pendarahan)
  • Penyebab lain perdarahan uterus ab­normal jangka Panjang
  • Nyeri panggul kronis

ROBOTIK

Sementara alasan dokter menyarankan histerektomi laparoskopi dengan bantuan robotik, yakni

  • Pasien akan mendapatkan sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis histerektomi terbuka.
  • Pasien akan mengalami lebih sedikit rasa sakit dan tinggal di rumah sakit yang lebih singkat setelah operasi.
  • Pemulihan pasien mungkin lebih mudah.
  • Risiko komplikasi seperti perdarahan atau infeksi mungkin lebih kecil.

PROSEDUR

Prosedur tindakan dilakukan setelah men­jalani berbagai tahap pemeriksaan, misalnya laboratorium, EKG, dan lain-lain. Setelah itu dokter akan menggunakan perangkat kon­trol untuk mengarahkan instrumen bedah yang mengangkat rahim pasien.

Selama prosedur tim anestesi akan terus memantau kondisi pasien. Umumnya operasi ini berlangsung selama dua jam.

PEMULIHAN

Pemulihan setelah histerektomi dengan robotik lebih singkat dan tidak terlalu me-nyakitkan dibandingkan setelah histerektomi konvensional. Pemulihan penuh mungkin sekitar tiga hingga empat minggu.

Pasien sebaiknya tidak mengangkat apa pun yang berat – lebih dari 20 pon (9,1 kilo­gram) – atau melakukan hubungan intim sampai enam minggu setelah operasi.

Bagi kebanyakan wanita, tidak ada peru­bahan fungsi seksual setelah histerektomi. Tetapi bagi beberapa wanita, kepuasan sek­sual yang meningkat karena mereka tidak lagi merasakan nyeri saat berhubungan.

Hubungi dokter jika nyeri memburuk atau jika pasien mengalami mual, muntah, atau perdarahan yang lebih berat dari periode menstruasi.

 


Robot Penyelamat Penderita Kanker Prostat Stadium Dini

Category : articles , news

Operasi pengangkatan kanker prostat secara konvensional memberikan rasa nyeri yang cukup tinggi. Operasi robot merupakan salah satu penyelamat selain presisi, rasa nyeri bagi pasien juga relatif minimal. Penyakit kanker prostat merupakan penyakit yang sering terjadi pada pria usia di atas 50 tahun. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih.

Kelenjar sebesar biji kenari ini berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi. Jika kelenjar prostat terkena kanker dan dibiarkan maka akan dapat menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Kanker prostat terjadi pada kelenjar prostat ketika sel-sel abnormal muncul dan berkembang. Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di seluruh dunia. Kanker prostat adalah satu kelompok kanker heterogen

yang umumnya terdiri dari sel-sel kanker yang bertumbuh-lambat dan seringkali tidak memunculkan gejala-gejala dini. Selain pilihan radioterapi dan pemberian obat-obatan, pengobatan kanker prostat dapat berupa prostatektomi. Tindakan ini bertujuan mengangkat seluruh kelenjar prostat.

Prostektomi dapat dilakukan dengan bedah terbuka ataupun pembedahan minimal invasif (laparoskopik atau berbantuan robotik).

PROSTATEKTOMI ROBOTIK

Operasi prostektomi robotik adalah tindakan operasi pengangkatan kelenjar prostat secara minimal invasif dengan menggunakan teknologi robot dan computer tercanggih (Sistem Bedah Robotik) Teknologi operasi terdiri dari beberapa teknologi, yakni instrumentasi endowrist, tampilan tiga dimensi, dan gerakan intuitif. Instrumentasi Endowrist memungkinkan dokter bedah mendapatkan keleluasaan dan ketangkasan dalam menggerakkan secara alami dari tangan robot yang dapat berputar seperti tangan manusia.

Pada sisi penglihatan terhadap organ tubuh, teknologi ini sudah menggunakan “penglihatan” tiga dimensi dan high definition (definisi tinggi). Tak hanya itu. Teknologi ini juga memiliki kemampuan 10

kali pembesaran. Hal ini memungkinkan dokter bedah untuk mendapatkan tampilan luas dan detail pada bidang pandang ketika melakukan operasi. Sementara gerakan intuitif, gerakan tangan robot akan menskalakan secara detail diterjemahkan menjadi gerakan tangan dokter. Selain itu gerakan ini memiliki presisi yang cukup tinggi dan tanpa menimbulkan getaran atau tremor.

Operasi prostektomi dengan robot cenderung menghasilkan sayatan kecil dengan ukuran lebih tepat dibandingkan jika dilakukan dengan operasi konvensional. Operasi konvensional dapat berpotensi

menghasilkan sayatan yang lebih panjang karena membutuhkan ruang yang lebih besar sehingga tangan ahli bedah bisa masuk dan memegang daerah kelenjar prostat.

Teknologi operasi robot ini menggunakan tabung kecil yang membuat ukuran operasi menjadi lebih kecil. Luka pasien yang kecil menimbulkan nyeri pasca-operasi yang lebih rendah. Selain itu, keuntungan pembedahan dengan robot membuat pasien tinggal di rumah sakit dan kembali bekerja lebih cepat dibanding operasi konvensional. Tak hanya itu. Keuntungan tambahan dari operasi prostektomi dengan robotik adalah kemungkinan pulihan fungsi ereksi (seksual) pasien lebih tinggi, serta peluang yang lebih baik bagi pasien untuk mendapatkan kembali kontinensia urine dalam enam bulan.

Prosedur tindakan prostektomi umumnya minimal dilakukan dalam waktu tiga jam, hal ini tergantung pada anatomi pasien dan luasnya pembedahan. Risiko pembedahan pun dapat muncul dan diakibatkan oleh semua jenis operasi. Namun, semakin baiknya kualitas pandangan dan fungsionalitas robot dan keahlian dokter akan meminimalisasi risiko dari setiap tindakan.


Robotic - Inovasi Layanan Kesehatan Terkini

Category : news

Kehadiran robot dalam dunia medis turut meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara efektif dan turut meningkatkan angka keamanan pasien. RSIA Bunda Jakarta sebagai salah satu rumah sakit bersalin yang amat mengedepankan layanan kesehatan terkini, telah menghadirkan teknologi “ROBOTIK” sejak tahun 2012.

Selayaknya bangunan yang kokoh, guna membangun masyarakat yang kuat mutlak diperlukan fondasi yang kokoh. Masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam mencari layanan kesehatan yang mumpuni. Salah satunya pemanfaatan teknologi dalam suatu tindakan non-invasif (pembedahan dengan luka minimal).

Teknologi Bedah ROBOTIK adalah prosedur pembedahan yang menggunakan lengan dan tangan robot sebagai kepanjangan tangan dokter bedah. Teknologi Robotik memudahkan Dokter melakukan tindakan operasi dengan akurat dan meminimalkan risiko infeksi pasca-operasi yang mungkin dialami pasien setelah menjalani operasi. Keuntungan lainnya bagi pasien adalah luka operasi yang jauh lebih kecil yang tentunya menurunkan lamanya waktu rawat inap di rumah sakit sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas.

 

Kehadiran robot dalam layanan kesehatan sesungguhnya bukan hal baru dan sudah dimanfaatkan di Eropa, Amerika serta beberapa negara tetangga kita. Untuk Indonesia, saat ini baru tersedia di RSIA Bunda Jakarta. Hingga kini, 300 pasien yang memilih tindakan operasi menggunakan teknologi Robotik telah dilayani dengan baik. Beberapa kasus yang telah ditangani dengan baik oleh tim dokter ARMIS RSIA Bunda Jakarta tersebut antara lain penyakit kandungan hingga saluran kemih dan prostat, serta keluhan pada usus. Di masa mendatang, RSIA Bunda akan memperluas layanan robotik ke kasus-kasus yang lebih kompleks seperti bedah urologi, jantung, dan sebagainya.

Pengadaan Robotik di Indonesia bukan tanpa tantangan, sosialisasi manfaat robotic kepada masyarakat pun masih perlu ditingkatkan. “Beberapa pihak masih dalam tahap pengkajian untuk menerima kedatangan teknologi robotik,” jelas dr. Mirta Widia, MARS, MHKes, Direktur Medis PT Bundamedik. Menurutnya, kehadiran layanan Robotik di RSIA Bunda adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin kritis dan sadar akan pesatnya perkembangan teknologi dunia kesehatan. Diharapkan, kehadiran teknologi modern tersebut dapat memenuhi keinginan masyarakat akan layanan berkualitas yang tidak kalah dengan negara maju.

Dengan membandingkan biaya tindakan di negara tetangga seperti Singapura dan Hongkong yang berkisar antara 150 hingga 350 juta dan belum termasuk biaya akomodasi serta tiket pesawat, Ia optimis akan semakin banyak masyarakat yang memilih tindakan operasi robotik di dalam negeri mengingat bahwa yang diperlukan untuk berobat ke luar negeri bisa ditekan sampai setengahnya. “Dengan peralatan canggih dan dokter-dokter dalam negeri yang tidak kalah kemampuannya dengan luar negeri, tentu akan semakin banyak masyarakat yang memilih berobat di negeri sendiri,” katanya.

Dr. Mirta juga berharap keberadaan robotik di RSIA Bunda juga turut memberikan manfaat pada perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Melalui strategi komunikasi yang intensif, langsung dan tidak langsung termasuk penggunaan media sosial. RSIA Bunda giat memberikan informasi terkini tentang Robotik dan siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk memanfaatkan teknologi canggih tersebut.

“Secara internasional pengembangan teknologi saat ini sangat pesat dan masih akan terus berkembang. Karenanya, PT Bundamedik melalui RSIA Bunda Jakarta selalu berusaha untuk mampu mengadopsi teknologi terkini yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami senantiasa mengundang mereka yang berminat mengetahui lebih jauh tentang teknologi Robotik dan memberikan kesempatan pada para dokter untuk memperkaya ilmunya mengenai robotik di RSIA Bunda,” kata dr. Mirta menutup pembicaraan.


Teknologi Bedah Robotik Jadi Andalan Operasi Pengangkatan Kista dan Miom

Category : articles , news

Inovasi menjadi langkah penting bagi perusahaan maupun organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Demikian juga dengan inovasi di rumah sakit. Untuk meningkatkan pelayanan, rumah sakit perlu berinovasi, baik dari sisi teknologi maupun layanannya. Hal inilah yang saat ini sedang dikembangkan oleh RS Bunda Jakarta dengan teknologi terbarunya, yakni teknologi bedah robotik.  Inovasi dalam rupa fasilitas kesehatan dan kedokteran itu diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Tentunya, teknologi baru yang diadopsi ini mengusung nilai lebih. “Keuntungan dari bedah robotik, antara lain risiko cedera dan trauma pasca operasi bisa diminimalisir dan membantu dokter bedah dalam proses operasi,” ujar dr. Ivan R, Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, yang juga merupakan tim dokter ARMIS dalam konferensi pers di Jakarta. Dalam kurun waktu dua tahun, RS Bunda Jakarta telah menangani 100 kasus pertama bedah robotik. “Tentunya, ini merupakan prestasi yang sangat menggembirakan bagi kami sebagai pusat pelayanan yang memiliki misi dan visi untuk memberikan pelayanan kesehatan dan kedokteran terbaik,” kata Ivan.  Ivan menambahkan, RS Bunda Jakarta selalu mengedepankan fasilitas berbasis teknologi mutakhir yang memiliki keunggulan-keunggulan dibanding teknologi lama.

Bagi Ivan, para tenaga kesehatan dan kedokteran harus secara kontinu berinovasi dalam memberikan pelayanan jasa kesehatan dan kedokteran yang memberikan manfaat terbaik bagi para pasien. Soal strategi harga, RS Bunda Jakarta mengklaim biaya bedah robotiknya jauh lebih murah dibanding dengan rumah sakit di Singapura yang menerapkan teknologi serupa. Ivan mengatakan bedah robotik di RS Bunda Jakarta bisa lebih hemat Rp 100 juta dibanding di Singapura. Untuk investasi teknologi bedah robotik ini, RS Bunda Jakarta mengeluarkan bujet sebesar Rp 20 miliar. Dengan adanya teknologi terbaru ini, lanjut Ivan, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat dan cukup datang ke RS Bunda Jakarta. Ivan menklaim inilah salah satu diferensiasi RS Bunda Jakarta yang tidak dimiliki oleh rumah-rumah sakit lain di Indonesia.  Ke depannya, RS Bunda Jakarta akan melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat bedah robotik tersebut. Harapannya, masyarakat makin sadar akan manfaat bedah robotik dan mereka tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos yang jauh lebih besar untuk berobat ke luar negeri.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Ini Keunggulan Bedah "Robotic" Dibandingkan Operasi Biasa

Category : articles , news

Rasa nyeri yang minimal dan pemulihan yang lebih cepat membuat bedahrobotic mulai banyak dipilih pasien bedah di Indonesia. Bahkan sejak diperkenalkan oleh Rumah Sakit (RS) Bunda Jakarta pada 2012, tim bedah robotic RS ini telah menangani 110 kasus. “Awalnya memang belum banyak yang tahu. Namun belakangan kesadaran pasien bedah yang mempercayakan operasi bedahnya menggunakan bedah robotic mulai tinggi. Ini bisa menjadi alternatif terbaik mengurangi risiko operasi,” kata Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, Ivan R Sini di Jakarta.

Ivan menjelaskan, bedah robotic merupakan pembedahan yang menggunakan teknologi tanganrobotic, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Tindakan ini menggunakan luka sayatan yang sangat kecil, yang dihubungkan ke dokter bedah melalui serat fibreoptic kesurgeon consule (simulator). Namun alat-alat canggih ini tetap dioperasikan oleh dokter bedah dengan kontrol sepenuhnya, bukan oleh robot. Tindakan ini diklaim lebih efektif, efisien dan menguntungkan bagi pasien, karena dapat mengurangi luka sayatan dan meningkatkan ketepatan serta akurasi yang tinggi. “Bedah roboticjuga dapat mengurangi risiko cedera, dapat mencakup daerah-daerah yang sulit terlihat, dan meminimalkan trauma paska operasi,” tambahnya.

Sejauh ini pembedahan robotik di RS Bunda Jakarta telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Semua tindakan dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada pasien yang mengalami kematian. “Risiko dan komplikasi operasi memang selalu ada dalam setiap tindakan medis. Namun dengan bedah robotic, risiko tersebut dapat diminimalisasi,” ujar Ivan. Di RS Bunda Jakarta, kasus operasi yang ditangani dengan bedah robotic berkisar di masalah kandungan, seperti mioma dan kista endometriosis. Kasus-kasus kompleks lainnya yang juga bisa ditangani adalah operasi prostat, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus. “Tahun depan, kita juga akan mempersiapkan bedah robotic untuk menangani masalah jantung,” tambahnya. Bedah robotic di RS Bunda Jakarta saat ini ditangani oleh tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery), yang berjumlah 12 orang.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Kenali Gejala Kanker Prostat

Category : articles , news

Kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi ketika gejala-gejala muncul mereka biasanya:

  • Kesulitan buang air kecil
  • Pancaran kencing lambat dengan menggiring bola menjelang akhir
  • Perlu buang air kecil lebih sering
  • Darah di air mani
  • Output urine menurun
  • Nyeri tulang
  • Kelemahan ekstremitas

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini sebagian besar disebabkan oleh pembesaran prostat jinak (BPH) atau infeksi prostat. Hal ini sangat jarang pada pria di bawah usia 40 dan menjadi semakin umum setelah usia 50 tahun. Faktor risiko lain termasuk:

  • Geografi (lebih umum di negara-negara Barat)
  • Ras (lebih umum pada laki-laki hitam)
  • Riwayat keluarga (risiko dua kali lipat jika Anda memiliki saudara atau ayah yang memiliki kanker prostat).

Mendiagnosis Kanker Prostat

Sebuah tes darah yang disebut Prostate Specific Antigen (PSA) adalah cara yang paling umum mengambil kanker prostat. Pemeriksaan colok dubur juga membantu meningkatkan tingkat deteksi jika nodul keras bisa dirasakan. Ultrasound biasanya tidak menunjukkan fitur diagnostik kecuali ada nodul kanker.

Diagnosis dipastikan dengan biopsi diperoleh dengan menggunakan ultrasonografi trans-rektal (TRUS). Hal ini mudah dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan penutup antibiotik. Setelah itu, MRI atau CT scan dilakukan untuk menilai setiap penyebaran ke kelenjar getah bening, sedangkan scan tulang biasanya ditunjukkan jika tingkat PSA> 10 ug / L pada saat diagnosis.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia dan kebugaran pasien, kelas dan stadium kanker. Untuk kanker yang terbatas pada organ (T1 & T2), pilihan pengobatan termasuk:

  1. Membuka prostatektomi radikal – sayatan panjang dibuat untuk menghapus prostat
  2. Prostatektomi radikal laparoskopi – operasi dengan menggunakan beberapa sayatan kecil
  3. Robot-dibantu prostatektomi radikal – mirip dengan operasi laparoskopi tetapi menggunakan robot da Vinci
  4. Brachytherapy – radioaktif ‘benih’ dimasukkan ke prostat
  5. Sinar eksternal radioterapi – balok radiasi disampaikan selama 7 minggu
  6. Intensitas tinggi terfokus USG (HIFU) – gelombang ultrasound yang digunakan untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat yang terkena dampak
  7. Hormonal (androgen perampasan) terapi – untuk mengurangi tingkat testosteron

Bedah masih memberikan angka kesembuhan yang terbaik meskipun risikonya. Dengan munculnya metode robot-bantuan, prostatektomi radikal saat ini merupakan operasi kurang berdarah dengan hasil yang lebih baik dalam hal pemulihan pasca operasi, izin oncologic, inkontinensia dan impotensi. Radioterapi adalah pilihan yang layak pada pria yang lebih tua yang tidak cocok untuk operasi, tapi brachytherapy masih baru dan mungkin tidak memiliki hasil yang tahan lama. 

Untuk kanker lokal lanjut (T3), meskipun hal ini biasanya dianggap sebagai tidak dapat disembuhkan, kontrol yang baik masih dapat dicapai dari:

  • Radioterapi
  • Terapi hormonal
  • Terapi hormonal neoadjuvant diikuti oleh prostatektomi radikal

Kanker stadium lanjut (T4) akhirnya akan menyebabkan nyeri, kelumpuhan, retensi urin dan gagal ginjal. Pilihan paliatif adalah:

  • radioterapi
  • terapi hormonal
  • orkidektomi – pengangkatan kedua testis
  • kemoterapi

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Robotic Surgery : Kepercayaan Pasien Mancanegara yang Mulai Berobat ke Tanah Air

Category : news

Pasien dari mancanegara mulai percaya dan melirik sejumlah rumah sakit di Tanah Air untuk berobat.  “Sekarang, sudah banyak pasien dari luar negeri yang datang ke Tanah Air. Kemarin, pasien dari India dan Belanda ke sini,” ujar Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT Bundamedik, Dr. Ivan R Sini.

Selama ini, sambung dia, masyarakat lebih percaya dengan rumah sakit di luar negeri terutama di Malaysia dan Singapura. “Sekian ratus juta dolar AS dibawa masyarakat Indonesia ke luar negeri. Itu yang harus kita tarik kembali,” tambah Dr. Ivan yang juga dokter di Rumah Sakit Bunda.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menggaet pasien dari luar negeri dengan melakukan inovasi dan menerapkan teknologi mutakhir. “Kualitas tenaga kesehatan kita tidak kalah dengan luar negeri. Masyarakat Indonesia hendaknya memilih berobat di negeri sendiri karena kemampuan tenaga medis dan teknologinya tidak kalah dengan luar negeri serta biaya yang dikeluarkan pun sedikit,” imbuh dia.

Rumah Sakit Bunda juga telah menerapkan bedah robotik. Bedah robotik adalah pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robot, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Luka dari tindakan bedah robotik ini juga sangat kecil. Alat-alat canggih tersebut dioperasikan oleh dokter bedah, bukan oleh robot. Operasi yang bisa dilakukan dengan bantuan robot ini adalah operasi prostat, operasi kista endometriosis, mioma, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Bedah dengan Robot, Lebih Optimal dan Risiko Minimal

Category : news

Sejumlah pasien kerap merasa takut akan menderita rasa sakit, penyembuhan yang lama, atau kecacatan ketika diminta untuk melakukan operasi. Karena alasan itu, tak jarang membuat mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Dr. Sita Ayu Arumi, SpOG, salah seorang tim ARMIS (Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery) menyayangkan anggapan dari masyarakat kalau operasi saat ini hanya berupa open surgery, di mana dokter melakukan pembedahan besar secara langsung pada pasien.

Padahal kini, dengan teknologi kedokteran yang semakin maju, sudah ada teknologi pembedahan yang dapat dijalani oleh pasien. Tentunya, pembedahan dapat dijalani dengan lebih optimal, dengan risiko minimal. “Teknologi bedah robotik akan membuat perasi lebih efektif, efisien, dan memiliki keuntungan besar bagi pasien. Sebab, dapat mengurangi sayatan dan tingkat kesakitan yang rendah pada pasien,” kata dia. Apalagi bila menggunakan bedah robotik seperti yang ada di Rumah Sakit Bunda Jakarta, pasien tak perlu terlalu lama mengambil cuti, dan tak perlu takut lagi hasil operasi akan membuat mereka jadi tak percaya diri.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif

 


Robotic Surgery Tetap Mengandalkan Keahlian si Dokter Bedah

Category : news

Teknologi terkini yang ada di Rumah Sakit Bunda Jakarta, bedah robotic (robotic surgery) merupakan teknologi pembedahan yang menggunakan bantuan tangan-tangan robot sebagai kepanjangan tangan para dokter bedah. Dr. Ivan R. Sini, SpOG, mengatakan, tindakan bedah robot menggunakan luka sayatan yang sangat kecil, yang dihubungkan ke dokter bedah melalui serat fibreoptic ke Surgeon Consule (simulotar). “Meski bedah robotic merupakan alat canggih, tapi tetap dioperasikan oleh dokter bedah dengan kontrol sepenuhnya, bukan oleh robot,” kata Dr. Ivan.

Menurut Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik ada pun dokter bedah yang dimaksud adalah tim dokter dari ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery) Rumah Sakit Bunda Jakarta. Lebih lanjut Ivan menjelaskan, sejak diperkenalkan awal 2012, teknologi bedah robotic telah menjadi pilihan pasien dalam melakukan proses pembedahan. “Tindakan ini efektif, efisien, dan menguntungkan bagi pasien karena dapat mengurangi luka sayatan (kosmetik), meningkatkan ketepatan dan akurasi yang tinggi sehingga memberikan hasil operasi yang optimal,” kata Dr. Ivan.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Robotic Surgery Bentuk dari Pengembangan Teknologi Kedokteran

Category : news

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini banyak penyakit-penyakit yang sudah dapat disembuhkan, begitu juga dengan penyakit yang memerlukan pembedahan. Pembedahan terbuka sekarang sudah mulai dikurangi dengan ditemukannya alat Minimal Invasif seperti Laparoskopi sehingga  resiko operasi terbuka dapat dikurangi seperti infeksi, kehilangan darah yang banyak, perawatan yang lama dll. Salah satu pengembangan untuk minimal invasive yang jauh lebih maju dengan pembedahan menggunakan robot adalah Robotic Surgery.

Robotic Surgery adalah bentuk dari pengembangan teknologi kedokteran yang menggunakan sistem robot untuk membantu   prosedur pembedahan. Walaupun bersifat robotik yang dilengkapi komputer, sistem ini tidak dapat mengambil keputusan sendiri dalam pembedahan, jadi dokter ahli masih berperan dalam tindakan operasinya. Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor, dan dapat juga menggunakan telemanipulators untuk inputnya . Salah satu keuntungan dari menggunakan metode komputerisasi adalah bahwa dokter bedah tidak harus hadir di kamar operasi,  ahli bedah bisa saja berada dimana saja diseluruhi dunia, dan ini memungkinan untuk melakukan operasi jarak jauh.

Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus apabila dilakukan dengan robot, gerakan umpan balik yang terkendali   dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia. Tujuan utama dari instrumen hebat tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka.Keterampilan ini dapat didapat oleh ahli bedah dengan malakukan pelatihan hanya beberapa menit saja.

KEUNTUNGAN

Karena harga dari mesin ini sangat mahal dan, tentunya harganya juga mahal. Di Asia Tenggara Singapore yang mempunyai mesin ini pertama kali. Untuk Indonesia RS. Bunda Jakarta adalah yang pertama. Keuntungan utama dari robotic surgery adalah  :

  1. Beberapa keuntungan utama dari operasi robot adalah lebih presisi
  2. Sayatan yang lebih kecil
  3. Mengurangi  kehilangan darah
  4. Waktu penyembuhan lebih cepat, mempersingkat lama rawat paska operasi
  5.  Angka kesakitan lebih rendah
  6.  Kepuasan terhadap hasil operasi lebih tinggi

Keuntungan lainnya dibandingkan dengan manipulasi biasa adalah    perbesaran tiga dimensi dan lebih ergonomis. Penggunaan robot juga meminimalisasi gangguan pembedahan akibat getaran tangan dokter saat membedah atau menjahit untuk menutup luka.

APLIKASI

Robotic Surgery di dunia sudah sangat luas dan dilakukan untuk berbagai cabang ilmu seperti Kebidanan, Onkologi, Urologi, Bedah Thorax, Bedah Orthopedi, namun untuk di RS. Bunda Jakarta, untuk langkah awal tindakan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Myoma Uteri
  2. Kista Ovarium
  3. Hysterektomi (angkat rahim)
  4. Kanker Prostat
  5. Kanker Usus

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif

 

 



RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada