Author Archives: admin_marketing

dr. Fanina

Category : Testimonial

dr. Fanina

Tahun 2016. Dokter kelahiran 1987 ini telah mengalami kegagalan program IVF di Jeddah. “Atas rekomendasi dari teman, saya lalu menjalani pemeriksaan dengan dr. Ivan R Sini, Sp.OG. Beliau menyarankan melakukan tindakan operatif setelah terjadinya kegagalan IVF yang berulang untuk mengevaluasi faktor lingkungan yang dicurigai. “Saya merasa nyaman dan informasi yang diberikan dari dokter terhadap saya sangatlah detail,” kenangnya.

Dengan membulatkan tekad, Fanina akhirnya memilih melakukan tindakan robotik pada April 2018. Hal ini ia lakukan setelah dirinya pernah melakukan tindakan laparoskopi konvensional dan tidak berhasil.

Betul, Fanina merasa tindakan robotik pada operasi pengambilan kista, miom, endometriosis dan pemotongan tuba menghasilkan tindakan sepresisi mungkin. Sehingga jaringan yang sehat tidak ikut terambil.

“Saya sangat puas. Semoga RSIA selalu memberikan pelayanan robotik yang terbaik, terus berinovasi serta mengikuti perkembangan yang ada untuk pasien-pasien RSIA Bunda.


dr. Caecilia

Category : Testimonial

Tahun 2016, dirinya menjalani inseminasi di RS Swasta di Jakarta Timur, tetapi tak berhasil. Sebagai dokter radiologi, dirinya pun mencoba mencari tahu apa yang salah pada tubuhnya. Salah satu cara yang dia lakukan adalah pemeriksaan MRI. Dari MRI ditemukan mioma uterus sebesar sekitar empat sentimeter.

Setelah mendapat rekomendasi dari kawannya yang seorang dokter obgyn ia pun mendatangi dr. Arie Polim, Sp.OG. Dokter Arie menganjurkan membersihkan miomnya agar peluang mendapat keturunan lebih besar. Hal ini perlu dilakukan mengingat posisi miom berada di bagian fundus (puncak Rahim) sehingga menghambat sel telur menuju ke rahim untuk dibuahi sperma. Setelah berkonsultasi, dr. Caecilia memilih teknik robotik. Baginya teknik ini sangat presisi dan memberikan hasil yang baik. “Saat saya bertemu dr. Arie langsung sreg,” kisahnya. “Saya harap teknik robotik lebih dikembangkan lagi dan lebih diperbanyak informasinya agar masyarakat mengetahui manfaatnya.


Primadewi Evitasari

Category : Testimonial

 

Berobat ke RS swasta di bilangan Pondok Indah dengan indikasi awal tifus pada tahun 2014. Kunjung tak sembuh, Evita melakukan pemeriksaan disimpulkan dirinya mengidap miom. Merasa dokter tidak memberikan keterangan yang solutif dan menyakinkan, atas rekomendasi adik ipar dirinya pun berobat di RSIA Bunda dengan dr. Cepi Teguh P, Sp.OG.

Dokter menyarankan agar Evita menjalani pengangkatan miom. Setelah mendapat berbagai informasi mulai dari kawan, dokter  Robotik Konselor RSIA Bunda, Evita mantap memilih tindakan robotik. “Proses penyembuhan dengan robotik sangat cepat. Dua hingga tiga hari pasca-tindakan saya sudah bisa kantor. Luka bekas operasi kecil sekali, kayak digigit nyamuk,” ujar Evita yang juga karyawati sebuah bank di Jakarta.

Setelah menjalani tindakan pengangkatan miom dengan robotik, kondisi Evita sudah pulih. Evita terbebas dari gejaja sering pusing dan jumlah HB yang rendah. Dia pun dapat beraktivitas kembali.

 


Robotic Surgery : Kepercayaan Pasien Mancanegara yang Mulai Berobat ke Tanah Air

Category : news

Pasien dari mancanegara mulai percaya dan melirik sejumlah rumah sakit di Tanah Air untuk berobat.  “Sekarang, sudah banyak pasien dari luar negeri yang datang ke Tanah Air. Kemarin, pasien dari India dan Belanda ke sini,” ujar Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT Bundamedik, Dr. Ivan R Sini.

Selama ini, sambung dia, masyarakat lebih percaya dengan rumah sakit di luar negeri terutama di Malaysia dan Singapura. “Sekian ratus juta dolar AS dibawa masyarakat Indonesia ke luar negeri. Itu yang harus kita tarik kembali,” tambah Dr. Ivan yang juga dokter di Rumah Sakit Bunda.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menggaet pasien dari luar negeri dengan melakukan inovasi dan menerapkan teknologi mutakhir. “Kualitas tenaga kesehatan kita tidak kalah dengan luar negeri. Masyarakat Indonesia hendaknya memilih berobat di negeri sendiri karena kemampuan tenaga medis dan teknologinya tidak kalah dengan luar negeri serta biaya yang dikeluarkan pun sedikit,” imbuh dia.

Rumah Sakit Bunda juga telah menerapkan bedah robotik. Bedah robotik adalah pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robot, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Luka dari tindakan bedah robotik ini juga sangat kecil. Alat-alat canggih tersebut dioperasikan oleh dokter bedah, bukan oleh robot. Operasi yang bisa dilakukan dengan bantuan robot ini adalah operasi prostat, operasi kista endometriosis, mioma, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Bedah dengan Robot, Lebih Optimal dan Risiko Minimal

Category : news

Sejumlah pasien kerap merasa takut akan menderita rasa sakit, penyembuhan yang lama, atau kecacatan ketika diminta untuk melakukan operasi. Karena alasan itu, tak jarang membuat mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Dr. Sita Ayu Arumi, SpOG, salah seorang tim ARMIS (Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery) menyayangkan anggapan dari masyarakat kalau operasi saat ini hanya berupa open surgery, di mana dokter melakukan pembedahan besar secara langsung pada pasien.

Padahal kini, dengan teknologi kedokteran yang semakin maju, sudah ada teknologi pembedahan yang dapat dijalani oleh pasien. Tentunya, pembedahan dapat dijalani dengan lebih optimal, dengan risiko minimal. “Teknologi bedah robotik akan membuat perasi lebih efektif, efisien, dan memiliki keuntungan besar bagi pasien. Sebab, dapat mengurangi sayatan dan tingkat kesakitan yang rendah pada pasien,” kata dia. Apalagi bila menggunakan bedah robotik seperti yang ada di Rumah Sakit Bunda Jakarta, pasien tak perlu terlalu lama mengambil cuti, dan tak perlu takut lagi hasil operasi akan membuat mereka jadi tak percaya diri.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif

 


Tinne Yulianti

Category : Testimonial

Allhamdulillah, operasi LO Robotic ini berjalan lancer, Terima kasih yang sedalam – dalamnya untuk tim dokter Irham dan semua perawat yang menangani saya, saya memilih operasi LO Robotic ini karena di diagnose perlengketan di sekitar uterus, ovarium, dan usus.

Sebenarnya bisa dengan jenis tindakan LO biasa, tetapi menimbang saya sudah mengalami 2x operasi (Pertama, operasi laparatomy karena keterangan di Afsel tahun 2011. Kedua, operasi polip endometrium feb,2013), maka saya memilih dengan tindakan LO Robotic, dengan tindakan itu di harapkan, sakit yang di rasakan pasca operasi lebih minimal dan faktor resiko pasca operasi lebih sedikit dan yang saya rasakan memang benar, saya merasa cepat pulih dan badan lebih segar di bandingkan operasi – operasi yang sebelumnya yang sudah saya jalani.

 


Rizki Kusumawardhani

Category : Testimonial

Di tahun ke 4 pernikahan saya, saya memutuskan untuk melakukan operasi laparoskopi karena dari hasil HSG ada pelengketan di tubafalofi sebelah kanan yang mana telur saya selalu matang di kanan. Setelah di jelaskan dokter saya memutuskan dengan laparoskopi robotic, memang jauh lebih mahal dari pada konvensional, tetapi setelah saya membuka mata dari 4 jam operasi dan 2 jam pemulihan, saya merasakan perbedaan LO Robotic ini dengan operasi biasa, pertama, saya bisa langsung tidur dengan posisi menghadap kanan dan kiri, kedua bisa langsung mengangkat dan menekuk kaki saya, bahkan saya tidak merasakan ngilu yang berlebihan di 4 titik bekas sayatan operasi. Pagi harinya saya bahkan sudah bisa duduk tegak, berjalan, bangun dari tempat tidur / kursi sendiri, dan saya merasa tidak seperti orang sakit. Saya puas sekali dengan LO Robotic ini. Terima kasih kepada RS Bunda, dr. Arie A.Polim, dan BIC karena telah menyarankan solusi terbaik untuk kondisi saya, ini merupakan harapan baru saya dan juga langkah awal kami untuk memiliki buah hati. Sekali lagi terima kasih, LO Robotic ini sama sekali tidak menyakiti saya dan recovery-nya luar biasa.


Ira Surianto

Category : Testimonial

Semua proses operasi dari awal hingga akhir berjalan baik, saya ucapkan terima kasih pada dr.Josoprawiro dan dr.Ivan, saya merekomendasikan kepada teman – teman bila mengalami kasus seperti ini.


Retno Rudatin

Category : Testimonial

Setelah saya menjalani operasi dengan system Robotic ini saya merasakan nyaman dan tidak merasa sakit setelah operasi, saya juga merasa pemulihan yang cepat sehingga satu hari setelah operasi saya sudah bisa pulang ke rumah. Penyakit yang tidak terdeteksi dengan USG, dengan system robotic ini jadi terdeteksi dengan teliti. Terima kasih saya ucapkan kepada tim dokter dan para medis yang telah membantu saya dalam pelaksanaan operasi robotic yang sudah saya jalani, semoga Tuhan yang maha esa membalas semua kebaikan dan kerja sama tim.


IRA SUSIANE

Category : Testimonial

Untuk tindakan ini, efek pemulihancepet banget, kurang dari 24 jam sudah bisa miring kanan kiri, lancar banget operasinya, sampai nggak kerasa operasi
Trims dr Arie & Team. Trims RS Bunda Jakarta



RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada