Author Archives: admin_marketing

Endometriosis - Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Category : articles

Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita, yang dapat menyebabkan jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim.

Jika seorang wanita mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh yang sama dengan siklus menstruasi. Namun, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim sehingga dapat mengiritasi jaringan di sekitarnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kemandulan.

Ketika endometriosis menyebabkan kelainan pada Ovarium (Endometrioma). Jaringan di sekitarnya dapat teriritasi, akhirnya menyebabkan jaringan dan organ panggul saling menempel.

Faktor Risiko Endometriosis

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan seseorang bisa mengidap endometriosis, yaitu:

  • Risiko meningkat jika ada anggota keluarga yang mengidap endometriosis.
  • Tidak pernah melahirkan
  • Kondisi medis yang menyebabkan darah menstruasi terhambat untuk keluar dari tubuh.
  • Memiliki gangguan pada sistem imun.
  • Adanya kelainan pada rahim.
  • Mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun.
  • Vagina, leher rahim, atau rahim memiliki bentuk abnormal yang membuat mentruasi bisa terhambat.

Gejala Endometriosis

  • Nyeri perut bawah saat menstruasi (Dismenore) sebelum dan saat menstruasi
  • Nyeri panggul
  • Menstruasi yang banyak
  • Perdarahan diantara menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri saat BAK atau BAB selama menstruasi
  • Infertilitas
  • Gejala lain seperti Diare, Kembung, Sembelit,  Mual selama menstruasi

Gejala yang dirasakan tidak berhubungan dengan derajat keparahan dari Endometriosis, sebagai contohnya anda bisa mempunyai Endometriosis ringan dengan gejala berat atau sebaliknya.

Diagnosa

  • Wawancara medis lengkap
  • Pemeriksaan ginekologi
  • USG
  • MRI
  • Laparoscopy
  • Laboratorium : Ca. 125

Komplikasi :

  • Kemandulan/ Infertilitas. Jika endometriosis pada ovarium (endometrioma), maka kualitas sel telur dapat terpengaruh dan mempersulit terjadinya kehamilan.
  • Nyeri panggul kronis dengan penurunan kualitas hidup seperti nyeri BAK atau BAB.
  • Perlengketan organ

Terapi

Konservatif, non surgery :

  • Anti Inflamasi Non Steroid.
  • Hormon Terapi : Preparat seperti Progesteron, Hormon kombinasi, GnRH, Aromatase Inhibitor

Penanganan Fertilitas

Seperti stimulasi ovarium sampai dari IVF

Operatif

Kistektomi, Excisi Endometriosis dan Fulgurasi, Adhesiolisis sampai Hysterektomi dan Pengangkatan  satu atau kedua indung telur.

Pengobatan alami  spt akupunktur, kompres perut dengan air hangat, minum jamu kunyit, memijat otot panggul, makan makanan yang mengandung asam lemak omega 3.

Differensial Diagnosa

  • Penyakit Radang Panggul
  • Irritable Bowel Syndrom (IBS) kondisi yang menyebabkan Diare, Sembelit dan Nyeri Kram Perut

Kapan harus ke dokter

Jika mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sakit saat menstruasi.
  • Rasa sakit mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sakit saat berhubungan intim.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Terdapat darah pada urine atau kesulitan mengendalikan aliran urine.
  • Tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan.

dr. Aries Joe, SpOG – Tim Robotic Surgery


Robotic dan Endometriosis

Category : articles

Terkadang  wanita mengalami nyeri perut, nyeri menstruasi, dan sulit hamil (infertilitas). Kondisi ini perlu diwaspadai. Salah satu penyebabnya adalah endometriosis atau pertumbuhan sel endometrium (selaput lendir rahim) di luar rongga rahim.

Endometriosis termasuk ke dalam kelompok tiga masalah terbesar yang menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan) pada wanita.

Keluhan yang dialami:

  •   Nyeri perut yang cukup parah sebelum dan selama menstruasi.
  •    Rasa nyeri di panggul.
  •   Rasa sakit saat berhubungan intim.
  •    Rasa sakit saat berkemih.
  •   Rasa sakit saat buang air besar, terutama selama masa menstruasi.
  •   Nyeri punggung pada bagian bawah.
  •    Kelelahan.

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah  dengan mengonsumsi penghilang rasa sakit, terapi hormon, dan pembedahan. Wanita dengan endometriosis masih dapat hamil. Namun, ada juga yang mengalami kesulitan hamil.

Jika Anda mengalami masalah-masalah di atas dan juga mengalami kesulitan kehamilan, sebaiknya Anda segera untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya Anda alami.

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah ada kista endometriosis. Namun, tidak adanya kista tak berarti tidak ada endometrosis. Dokter dapat melakukannya dengan tindakan melalui laparoskopi konvensional, namun untuk hasil yang maksimal disarankan menggunakan laparoskopi robotik  karena laparoskopi konvensional yang masih menggunakan dua dimensi, sedangkan laparoskopi robotik sudah tiga dimensi.

Laparoskopi robotik yang lebih presisi dalam membuang kista dan perlekatan kista endometriosis yang sering menyebabkan nyeri disaat haid.

Laparoskopi robotik mempersingkat lama rawat setelah operasi, karena waktu pemulihannya sangat cepat serta nyeri yang derajatnya lebih ringan.

(editing oleh dr. Arie Adrianus Polim,D.MAS, SpOG-K)


TEKNOLOGI ROBOT YANG RAMAH BAGI WANITA

Category : articles , news

Melalui bedah robotik segala prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim dapat lebih nyaman untuk pasien maupun dokter.

Histerektomi merupakan operasi pe-ngangkatan rahim. Operasi histerek­tomi ada dua macam. Pertama, histerek­tomi parsial, tindakan pengangkatan hanya rahim. Kedua, histerektomi total- prosedur operasi pengangkatan rahim beserta leher rahim.

Selain tindakan open surgery, histerek­tomi dapat dilakukan melalui sa-yatan kecil menggunakan scope (pipa kecil) tipis ber­lampu dengan kamera di ujungnya. Hal Ini disebut histerektomi laparoskopi.

Dalam histerektomi laparoskopi dengan robotik, dokter bedah menggunakan kom­puter untuk mengontrol instrumen bedah. “Stasiun” komputer ada di ruang operasi.

Metode ini membuat dokter mampu mengontrol gerakan dengan mantap dan tepat.

Dengan robotik, memungkinkan dok­ter menjangkau bagian tubuh yang sempit serta memiliki pandangan operasi yang lebih baik dibandingkan dengan operasi laparoskopi konvensional.

 

INDIKASI

Dokter bedah merekomendasikan histerek­tomi jika pasien mempunyai masalah ra­him yang tidak dapat diselesaikan melalui prosedur perawatan lain. Berikut beberapa alasan umum mengapa histerektomi dire­komendasikan:

  • Tumor fibroid non-kanker
  • Tumor kanker
  • Prolaps uterus (rahim pasien telah masuk ke dalam vagina)
  • Endometriosis (sel dari lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim. Hal ini me­nyebabkan nyeri dan pendarahan)
  • Penyebab lain perdarahan uterus ab­normal jangka Panjang
  • Nyeri panggul kronis

ROBOTIK

Sementara alasan dokter menyarankan histerektomi laparoskopi dengan bantuan robotik, yakni

  • Pasien akan mendapatkan sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis histerektomi terbuka.
  • Pasien akan mengalami lebih sedikit rasa sakit dan tinggal di rumah sakit yang lebih singkat setelah operasi.
  • Pemulihan pasien mungkin lebih mudah.
  • Risiko komplikasi seperti perdarahan atau infeksi mungkin lebih kecil.

PROSEDUR

Prosedur tindakan dilakukan setelah men­jalani berbagai tahap pemeriksaan, misalnya laboratorium, EKG, dan lain-lain. Setelah itu dokter akan menggunakan perangkat kon­trol untuk mengarahkan instrumen bedah yang mengangkat rahim pasien.

Selama prosedur tim anestesi akan terus memantau kondisi pasien. Umumnya operasi ini berlangsung selama dua jam.

PEMULIHAN

Pemulihan setelah histerektomi dengan robotik lebih singkat dan tidak terlalu me-nyakitkan dibandingkan setelah histerektomi konvensional. Pemulihan penuh mungkin sekitar tiga hingga empat minggu.

Pasien sebaiknya tidak mengangkat apa pun yang berat – lebih dari 20 pon (9,1 kilo­gram) – atau melakukan hubungan intim sampai enam minggu setelah operasi.

Bagi kebanyakan wanita, tidak ada peru­bahan fungsi seksual setelah histerektomi. Tetapi bagi beberapa wanita, kepuasan sek­sual yang meningkat karena mereka tidak lagi merasakan nyeri saat berhubungan.

Hubungi dokter jika nyeri memburuk atau jika pasien mengalami mual, muntah, atau perdarahan yang lebih berat dari periode menstruasi.

 


Robot Penyelamat Penderita Kanker Prostat Stadium Dini

Category : articles , news

Operasi pengangkatan kanker prostat secara konvensional memberikan rasa nyeri yang cukup tinggi. Operasi robot merupakan salah satu penyelamat selain presisi, rasa nyeri bagi pasien juga relatif minimal. Penyakit kanker prostat merupakan penyakit yang sering terjadi pada pria usia di atas 50 tahun. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih.

Kelenjar sebesar biji kenari ini berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi. Jika kelenjar prostat terkena kanker dan dibiarkan maka akan dapat menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Kanker prostat terjadi pada kelenjar prostat ketika sel-sel abnormal muncul dan berkembang. Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di seluruh dunia. Kanker prostat adalah satu kelompok kanker heterogen

yang umumnya terdiri dari sel-sel kanker yang bertumbuh-lambat dan seringkali tidak memunculkan gejala-gejala dini. Selain pilihan radioterapi dan pemberian obat-obatan, pengobatan kanker prostat dapat berupa prostatektomi. Tindakan ini bertujuan mengangkat seluruh kelenjar prostat.

Prostektomi dapat dilakukan dengan bedah terbuka ataupun pembedahan minimal invasif (laparoskopik atau berbantuan robotik).

PROSTATEKTOMI ROBOTIK

Operasi prostektomi robotik adalah tindakan operasi pengangkatan kelenjar prostat secara minimal invasif dengan menggunakan teknologi robot dan computer tercanggih (Sistem Bedah Robotik) Teknologi operasi terdiri dari beberapa teknologi, yakni instrumentasi endowrist, tampilan tiga dimensi, dan gerakan intuitif. Instrumentasi Endowrist memungkinkan dokter bedah mendapatkan keleluasaan dan ketangkasan dalam menggerakkan secara alami dari tangan robot yang dapat berputar seperti tangan manusia.

Pada sisi penglihatan terhadap organ tubuh, teknologi ini sudah menggunakan “penglihatan” tiga dimensi dan high definition (definisi tinggi). Tak hanya itu. Teknologi ini juga memiliki kemampuan 10

kali pembesaran. Hal ini memungkinkan dokter bedah untuk mendapatkan tampilan luas dan detail pada bidang pandang ketika melakukan operasi. Sementara gerakan intuitif, gerakan tangan robot akan menskalakan secara detail diterjemahkan menjadi gerakan tangan dokter. Selain itu gerakan ini memiliki presisi yang cukup tinggi dan tanpa menimbulkan getaran atau tremor.

Operasi prostektomi dengan robot cenderung menghasilkan sayatan kecil dengan ukuran lebih tepat dibandingkan jika dilakukan dengan operasi konvensional. Operasi konvensional dapat berpotensi

menghasilkan sayatan yang lebih panjang karena membutuhkan ruang yang lebih besar sehingga tangan ahli bedah bisa masuk dan memegang daerah kelenjar prostat.

Teknologi operasi robot ini menggunakan tabung kecil yang membuat ukuran operasi menjadi lebih kecil. Luka pasien yang kecil menimbulkan nyeri pasca-operasi yang lebih rendah. Selain itu, keuntungan pembedahan dengan robot membuat pasien tinggal di rumah sakit dan kembali bekerja lebih cepat dibanding operasi konvensional. Tak hanya itu. Keuntungan tambahan dari operasi prostektomi dengan robotik adalah kemungkinan pulihan fungsi ereksi (seksual) pasien lebih tinggi, serta peluang yang lebih baik bagi pasien untuk mendapatkan kembali kontinensia urine dalam enam bulan.

Prosedur tindakan prostektomi umumnya minimal dilakukan dalam waktu tiga jam, hal ini tergantung pada anatomi pasien dan luasnya pembedahan. Risiko pembedahan pun dapat muncul dan diakibatkan oleh semua jenis operasi. Namun, semakin baiknya kualitas pandangan dan fungsionalitas robot dan keahlian dokter akan meminimalisasi risiko dari setiap tindakan.


Robotic - Inovasi Layanan Kesehatan Terkini

Category : news

Kehadiran robot dalam dunia medis turut meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara efektif dan turut meningkatkan angka keamanan pasien. RSIA Bunda Jakarta sebagai salah satu rumah sakit bersalin yang amat mengedepankan layanan kesehatan terkini, telah menghadirkan teknologi “ROBOTIK” sejak tahun 2012.

Selayaknya bangunan yang kokoh, guna membangun masyarakat yang kuat mutlak diperlukan fondasi yang kokoh. Masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam mencari layanan kesehatan yang mumpuni. Salah satunya pemanfaatan teknologi dalam suatu tindakan non-invasif (pembedahan dengan luka minimal).

Teknologi Bedah ROBOTIK adalah prosedur pembedahan yang menggunakan lengan dan tangan robot sebagai kepanjangan tangan dokter bedah. Teknologi Robotik memudahkan Dokter melakukan tindakan operasi dengan akurat dan meminimalkan risiko infeksi pasca-operasi yang mungkin dialami pasien setelah menjalani operasi. Keuntungan lainnya bagi pasien adalah luka operasi yang jauh lebih kecil yang tentunya menurunkan lamanya waktu rawat inap di rumah sakit sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas.

 

Kehadiran robot dalam layanan kesehatan sesungguhnya bukan hal baru dan sudah dimanfaatkan di Eropa, Amerika serta beberapa negara tetangga kita. Untuk Indonesia, saat ini baru tersedia di RSIA Bunda Jakarta. Hingga kini, 300 pasien yang memilih tindakan operasi menggunakan teknologi Robotik telah dilayani dengan baik. Beberapa kasus yang telah ditangani dengan baik oleh tim dokter ARMIS RSIA Bunda Jakarta tersebut antara lain penyakit kandungan hingga saluran kemih dan prostat, serta keluhan pada usus. Di masa mendatang, RSIA Bunda akan memperluas layanan robotik ke kasus-kasus yang lebih kompleks seperti bedah urologi, jantung, dan sebagainya.

Pengadaan Robotik di Indonesia bukan tanpa tantangan, sosialisasi manfaat robotic kepada masyarakat pun masih perlu ditingkatkan. “Beberapa pihak masih dalam tahap pengkajian untuk menerima kedatangan teknologi robotik,” jelas dr. Mirta Widia, MARS, MHKes, Direktur Medis PT Bundamedik. Menurutnya, kehadiran layanan Robotik di RSIA Bunda adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin kritis dan sadar akan pesatnya perkembangan teknologi dunia kesehatan. Diharapkan, kehadiran teknologi modern tersebut dapat memenuhi keinginan masyarakat akan layanan berkualitas yang tidak kalah dengan negara maju.

Dengan membandingkan biaya tindakan di negara tetangga seperti Singapura dan Hongkong yang berkisar antara 150 hingga 350 juta dan belum termasuk biaya akomodasi serta tiket pesawat, Ia optimis akan semakin banyak masyarakat yang memilih tindakan operasi robotik di dalam negeri mengingat bahwa yang diperlukan untuk berobat ke luar negeri bisa ditekan sampai setengahnya. “Dengan peralatan canggih dan dokter-dokter dalam negeri yang tidak kalah kemampuannya dengan luar negeri, tentu akan semakin banyak masyarakat yang memilih berobat di negeri sendiri,” katanya.

Dr. Mirta juga berharap keberadaan robotik di RSIA Bunda juga turut memberikan manfaat pada perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Melalui strategi komunikasi yang intensif, langsung dan tidak langsung termasuk penggunaan media sosial. RSIA Bunda giat memberikan informasi terkini tentang Robotik dan siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk memanfaatkan teknologi canggih tersebut.

“Secara internasional pengembangan teknologi saat ini sangat pesat dan masih akan terus berkembang. Karenanya, PT Bundamedik melalui RSIA Bunda Jakarta selalu berusaha untuk mampu mengadopsi teknologi terkini yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami senantiasa mengundang mereka yang berminat mengetahui lebih jauh tentang teknologi Robotik dan memberikan kesempatan pada para dokter untuk memperkaya ilmunya mengenai robotik di RSIA Bunda,” kata dr. Mirta menutup pembicaraan.


Teknologi Bedah Robotik Jadi Andalan Operasi Pengangkatan Kista dan Miom

Category : articles , news

Inovasi menjadi langkah penting bagi perusahaan maupun organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Demikian juga dengan inovasi di rumah sakit. Untuk meningkatkan pelayanan, rumah sakit perlu berinovasi, baik dari sisi teknologi maupun layanannya. Hal inilah yang saat ini sedang dikembangkan oleh RS Bunda Jakarta dengan teknologi terbarunya, yakni teknologi bedah robotik.  Inovasi dalam rupa fasilitas kesehatan dan kedokteran itu diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Tentunya, teknologi baru yang diadopsi ini mengusung nilai lebih. “Keuntungan dari bedah robotik, antara lain risiko cedera dan trauma pasca operasi bisa diminimalisir dan membantu dokter bedah dalam proses operasi,” ujar dr. Ivan R, Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, yang juga merupakan tim dokter ARMIS dalam konferensi pers di Jakarta. Dalam kurun waktu dua tahun, RS Bunda Jakarta telah menangani 100 kasus pertama bedah robotik. “Tentunya, ini merupakan prestasi yang sangat menggembirakan bagi kami sebagai pusat pelayanan yang memiliki misi dan visi untuk memberikan pelayanan kesehatan dan kedokteran terbaik,” kata Ivan.  Ivan menambahkan, RS Bunda Jakarta selalu mengedepankan fasilitas berbasis teknologi mutakhir yang memiliki keunggulan-keunggulan dibanding teknologi lama.

Bagi Ivan, para tenaga kesehatan dan kedokteran harus secara kontinu berinovasi dalam memberikan pelayanan jasa kesehatan dan kedokteran yang memberikan manfaat terbaik bagi para pasien. Soal strategi harga, RS Bunda Jakarta mengklaim biaya bedah robotiknya jauh lebih murah dibanding dengan rumah sakit di Singapura yang menerapkan teknologi serupa. Ivan mengatakan bedah robotik di RS Bunda Jakarta bisa lebih hemat Rp 100 juta dibanding di Singapura. Untuk investasi teknologi bedah robotik ini, RS Bunda Jakarta mengeluarkan bujet sebesar Rp 20 miliar. Dengan adanya teknologi terbaru ini, lanjut Ivan, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat dan cukup datang ke RS Bunda Jakarta. Ivan menklaim inilah salah satu diferensiasi RS Bunda Jakarta yang tidak dimiliki oleh rumah-rumah sakit lain di Indonesia.  Ke depannya, RS Bunda Jakarta akan melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat bedah robotik tersebut. Harapannya, masyarakat makin sadar akan manfaat bedah robotik dan mereka tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos yang jauh lebih besar untuk berobat ke luar negeri.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Ini Keunggulan Bedah "Robotic" Dibandingkan Operasi Biasa

Category : articles , news

Rasa nyeri yang minimal dan pemulihan yang lebih cepat membuat bedahrobotic mulai banyak dipilih pasien bedah di Indonesia. Bahkan sejak diperkenalkan oleh Rumah Sakit (RS) Bunda Jakarta pada 2012, tim bedah robotic RS ini telah menangani 110 kasus. “Awalnya memang belum banyak yang tahu. Namun belakangan kesadaran pasien bedah yang mempercayakan operasi bedahnya menggunakan bedah robotic mulai tinggi. Ini bisa menjadi alternatif terbaik mengurangi risiko operasi,” kata Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, Ivan R Sini di Jakarta.

Ivan menjelaskan, bedah robotic merupakan pembedahan yang menggunakan teknologi tanganrobotic, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Tindakan ini menggunakan luka sayatan yang sangat kecil, yang dihubungkan ke dokter bedah melalui serat fibreoptic kesurgeon consule (simulator). Namun alat-alat canggih ini tetap dioperasikan oleh dokter bedah dengan kontrol sepenuhnya, bukan oleh robot. Tindakan ini diklaim lebih efektif, efisien dan menguntungkan bagi pasien, karena dapat mengurangi luka sayatan dan meningkatkan ketepatan serta akurasi yang tinggi. “Bedah roboticjuga dapat mengurangi risiko cedera, dapat mencakup daerah-daerah yang sulit terlihat, dan meminimalkan trauma paska operasi,” tambahnya.

Sejauh ini pembedahan robotik di RS Bunda Jakarta telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Semua tindakan dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada pasien yang mengalami kematian. “Risiko dan komplikasi operasi memang selalu ada dalam setiap tindakan medis. Namun dengan bedah robotic, risiko tersebut dapat diminimalisasi,” ujar Ivan. Di RS Bunda Jakarta, kasus operasi yang ditangani dengan bedah robotic berkisar di masalah kandungan, seperti mioma dan kista endometriosis. Kasus-kasus kompleks lainnya yang juga bisa ditangani adalah operasi prostat, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus. “Tahun depan, kita juga akan mempersiapkan bedah robotic untuk menangani masalah jantung,” tambahnya. Bedah robotic di RS Bunda Jakarta saat ini ditangani oleh tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery), yang berjumlah 12 orang.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Kenali Gejala Kanker Prostat

Category : articles , news

Kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi ketika gejala-gejala muncul mereka biasanya:

  • Kesulitan buang air kecil
  • Pancaran kencing lambat dengan menggiring bola menjelang akhir
  • Perlu buang air kecil lebih sering
  • Darah di air mani
  • Output urine menurun
  • Nyeri tulang
  • Kelemahan ekstremitas

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini sebagian besar disebabkan oleh pembesaran prostat jinak (BPH) atau infeksi prostat. Hal ini sangat jarang pada pria di bawah usia 40 dan menjadi semakin umum setelah usia 50 tahun. Faktor risiko lain termasuk:

  • Geografi (lebih umum di negara-negara Barat)
  • Ras (lebih umum pada laki-laki hitam)
  • Riwayat keluarga (risiko dua kali lipat jika Anda memiliki saudara atau ayah yang memiliki kanker prostat).

Mendiagnosis Kanker Prostat

Sebuah tes darah yang disebut Prostate Specific Antigen (PSA) adalah cara yang paling umum mengambil kanker prostat. Pemeriksaan colok dubur juga membantu meningkatkan tingkat deteksi jika nodul keras bisa dirasakan. Ultrasound biasanya tidak menunjukkan fitur diagnostik kecuali ada nodul kanker.

Diagnosis dipastikan dengan biopsi diperoleh dengan menggunakan ultrasonografi trans-rektal (TRUS). Hal ini mudah dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan penutup antibiotik. Setelah itu, MRI atau CT scan dilakukan untuk menilai setiap penyebaran ke kelenjar getah bening, sedangkan scan tulang biasanya ditunjukkan jika tingkat PSA> 10 ug / L pada saat diagnosis.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia dan kebugaran pasien, kelas dan stadium kanker. Untuk kanker yang terbatas pada organ (T1 & T2), pilihan pengobatan termasuk:

  1. Membuka prostatektomi radikal – sayatan panjang dibuat untuk menghapus prostat
  2. Prostatektomi radikal laparoskopi – operasi dengan menggunakan beberapa sayatan kecil
  3. Robot-dibantu prostatektomi radikal – mirip dengan operasi laparoskopi tetapi menggunakan robot da Vinci
  4. Brachytherapy – radioaktif ‘benih’ dimasukkan ke prostat
  5. Sinar eksternal radioterapi – balok radiasi disampaikan selama 7 minggu
  6. Intensitas tinggi terfokus USG (HIFU) – gelombang ultrasound yang digunakan untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat yang terkena dampak
  7. Hormonal (androgen perampasan) terapi – untuk mengurangi tingkat testosteron

Bedah masih memberikan angka kesembuhan yang terbaik meskipun risikonya. Dengan munculnya metode robot-bantuan, prostatektomi radikal saat ini merupakan operasi kurang berdarah dengan hasil yang lebih baik dalam hal pemulihan pasca operasi, izin oncologic, inkontinensia dan impotensi. Radioterapi adalah pilihan yang layak pada pria yang lebih tua yang tidak cocok untuk operasi, tapi brachytherapy masih baru dan mungkin tidak memiliki hasil yang tahan lama. 

Untuk kanker lokal lanjut (T3), meskipun hal ini biasanya dianggap sebagai tidak dapat disembuhkan, kontrol yang baik masih dapat dicapai dari:

  • Radioterapi
  • Terapi hormonal
  • Terapi hormonal neoadjuvant diikuti oleh prostatektomi radikal

Kanker stadium lanjut (T4) akhirnya akan menyebabkan nyeri, kelumpuhan, retensi urin dan gagal ginjal. Pilihan paliatif adalah:

  • radioterapi
  • terapi hormonal
  • orkidektomi – pengangkatan kedua testis
  • kemoterapi

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Kenali Kanker Leher Rahim

Category : articles

Kanker leher rahim adalah tumor ganas yang tumbuh dari jaringan leher rahim atau cervix uteri. Biasa juga disebut dengan kanker serviks. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rongga rahim dengan vagina (jalan lahir).

Kanker leher rahim biasanya lambat berkembang, kira-kira  12-15 tahun. Sebelum menjadi kanker, sel-sel di dinding leher rahim mengalami perubahan sifat yang disebut displasia. Di kemudian hari, sel-sel kanker mulai bertumbuh dengan cepat dan menyebar baik ke dalam leher rahim maupun jaringan di sekitarnya.

Mengapa Saya Dapat Terkena Kanker Leher Rahim?

Penyebab kanker leher rahim yang pasti sulit diketahui. Para ahli hanya dapat menemukan beberapa faktor risiko atas terjadinya kanker leher rahim. Namun, jika tidak terdapat faktor risiko, tidak berarti seseorang bebas terkena kanker.

Faktor risiko utama kanker leher rahim adalah infeksi virus yang disebut human papillomavirus (HPV). Tidak semua perempuan yang mengalami infeksi HPV akan terkena kanker, hanya kira-kira 5% saja, karena 95% infeksi HPV akan menghilang dengan sendirinya.

Ada lebih dari 150 jenis HPV, tetapi hanya sedikit saja yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, yang terbanyak adalah HPV tipe 16 dan 18. Tipe lainnya adalah 31, 33, 35, 45, dsb. Kelompok HPV yang menyebabkan kanker leher rahim disebut tipe risiko tinggi. Jika seorang perempuan terinfeksi HPV tipe risiko tinggi, ada kemungkinan infeksinya akan menetap, tidak menghilang, dan menyebabkan perubahan pra-kanker.

Sebagian besar perempuan yang sudah aktif secara seksual dapat terinfeksi HPV. Infeksi HPV biasanya tidak menyebabkan gejala apapun dan tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Seorang perempuan memiliki risiko lebih tinggi mendapat infeksi HPV jika memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau pasangan seksnya memiliki pasangan seks lain.

Faktor-faktor risiko kanker leher rahim lainnya adalah:

  • Sering melahirkan anak;
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan;
  • Melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia sangat muda;
  • Merokok;
  • Mengkonsumsi pil KB dalam waktu lama (lebih dari 5 tahun).
  • Daya tahan tubuh rendah.

Apa Gejala-Gejala Kanker Leher Rahim?

Tidak ada gejala-gejala khusus pada kanker leher rahim yang baru terjadi. Jika sudah mulai besar, kanker leher rahim dapat memberikan gejala-gejala seperti:

  • Perdarahan dari kemaluan
  • Keputihan yang berlebihan
  • Nyeri sekitar kemaluan
  • Nyeri ketika senggama

Bagaimana Saya Mengetahui Kalau Saya Mengidap Kanker Leher Rahim?

Perubahan sel normal menjadi sel ganas atau kanker sebetulnya terjadi secara bertahap. Tahapan tersebut dapat dilihat di bawah mikroskop oleh dokter patologi yang berpengalaman. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengetahui adanya kanker leher rahim adalah dengan memeriksakan diri secara dini. Ada beberapa cara deteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan yang paling dianjurkan adalah Pap smear atau Pap test.

Pap smear adalah prosedur pengambilan sel-sel dari permukaan leher rahim dan vagina dengan suatu alat (spatula) yang dilapisi kapas. Sel-sel yang terambil kemudian diletakkan di gelas objek dan dilihat di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah normal atau tidak.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Saya Didiagnosis Kanker Leher Rahim?

Jika Anda baru didiagnosis mengidap kanker leher rahim, maka Anda perlu menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana kanker telah menyebar dalam tubuh Anda, apakah masih di leher rahim atau sudah ke bagian tubuh lainnya. Untuk itu, Anda akan diminta menjalani pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

Pemeriksaan dalam, yaitu pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis ginekologi dengan memasukkan jari ke dalam vagina Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh tumor telah menyebar secara klinis dan menentukan stadium penyakit.

Foto Rontgen dada, yaitu pemeriksaan sinar X ke rongga dada untuk melihat bayangan organ di dalam dada, seperti jantung dan paru-paru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sel kanker telah menyebar ke paru-paru.

Ultrasonografi (USG) ginekologi, yaitu pemeriksaan dengan gelombang suara frekuensi tinggi terhadap organ reproduksi bagian dalam, yaitu rahim, indung telur dan struktur lain di sekitarnya, seperti ginjal, saluran kemih, buli-buli, dan usus besar. Pemeriksaan ini dapat membantu mengkonfirmasi stadium penyakit yang telah ditentukan secara klinis. USG dapat melihat apakah kanker menyebabkan penyumbatan saluran kemih dan pembengkakan ginjal, menembus buli-buli ke arah depan atau menembus usus besar ke arah belakang.

CT scan atau MRI, yaitu pemeriksaan pencitraan yang lebih rinci terhadap bagian dalam tubuh Anda dan diolah oleh komputer. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi jika terdapat penyebaran sel kanker ke organ-organ dalam tubuh Anda, seperti hati, limpa, ginjal, dan lainnya.

Biopsi tumor, yaitu pengambilan sedikit jaringan kanker leher rahim untuk mengetahui jenis sel kankernya.

Stadium Kanker Leher Rahim

Stadium 1, Pada stadium 1, kanker telah terbentuk di dalam lapisan leher rahim. Stadium I dibagi menjadi dua, yaitu stadium IA dan IB berdasarkan kedalaman kanker yang ditemukan.

  1. Stadium IA: sejumlah kecil sel kanker ditemukan pada jaringan serviks dengan menggunakan mikroskop. Stadium IA dibagi menjadi stadium IA1 dan IA2:
  • Stadium IA1: kanker memiliki kedalaman tidak lebih dari 3 mm dan lebar tidak lebih dari 7 mm.
  • Stadium IA2: kanker memiilki kedalaman antara 3-5 mm dan lebar tidak lebih dari 7 mm.
  1. Stadium IB: pada stadium IB, kanker hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan memiliki kedalaman lebih dari 5 mm atau lebar lebih dari 7 mm, atau dapat dilihat tanpa mikroskop. Kanker yang dapat dilihat tanpa mikroskop dibagi menjadi dua, IB1 dan IB2, berdasarkan ukuran tumor.
  • Stadium IB1: kanker dapat dilihat tanpa mikroskop dan tidak lebih dari 4 cm.
  • Stadium IB2: kanker dapat dilihat tanpa mikroskop dan lebih dari 4 cm.

Stadium II, Pada stadium II, kanker telah menyebar ke luar leher rahim tetapi belum ke dinding panggul (jaringan yang melapisi bagian tubuh di antara kedua panggul) atau sepertiga bawah vagina. Stadium II dibagi menjadi IIA dan IIB, berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.

  1. Stadium IIA: Kanker telah menyebar ke luar serviks sampai dua pertiga atas vagina tetapi tidak ke jaringan di sekitar rahim.
  2. Stadium IIB: Kanker telah menyebar ke luar serviks sampai dua pertiga bagian atas vagina dan jaringan di sekitar rahim.

Stadium III, Pada stadium III, kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina atau ke dinding panggun, dan/atau telah menyebabkan ginjal tidak berfungsi. Stadium III dibagi menjadi stadium IIIA dan IIIB, berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.

  1. Stadium IIIA: Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina tetapi tidak ke dinding panggul.
  2. Stadium IIIB: Kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau tumor berukuran cukup besar sehingga menekan dan menyumbat ureter (saluran keih antara ginjal dan buli-buli). Penyumbatan ini menyebabkan ginjal membengkak atau tidak berfungsi. Sel-sel kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.

Stadium IV, Pada stadium IV, kanker telah menyebar ke buli-buli, rektum, atau bagian lain tubuh. Stadium IV dibagi menjadi stadium IVA dan IVB berdasarkan di mana penyebaran kanker ditemukan.

  1. Stadium IVA: Kanker telah menyebar ke buli-buli atau dinding rektum (usus besar bagian bawah) dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.
  2. Stadium IVB: Kanker telah menyebar ke luar panggul dan kelenjar getah bening panggul ke tempat-tempat lain di dalam tubuh, seperti hati, usus halus, atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Leher Rahim 

Ada beberapa jenis pengobatan untuk kanker leher rahim, yaitu operasi (pembedahan), radiasi dan kemoterapi.

Bedah, Tindakan pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor. Ada beberapa prosedur yang dapat dilakukan:

  1. Konisasi: prosedur mengangkat jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim dan saluran leher rahim (cervical canal). Prosedur ini disebut juga dengan biopsi kerucut (cone biopsy).
  2. Histerektomi total, yaitu pengangkatan seluruh rahim, termasuk leher rahim. Jika dilakukan melalui vagina, tindakan ini disebut histerektomi vaginal. Jika dilakukan melalui sayatan di dinding perut, tindakan ini disebut histerektomi abdomen total (total abdominal hysterectomy). Jika dilakukan melalui alat laparoskopi, operasi ini disebut histerektomi total laparoskopik. Saat ini operasi robotik merupakan pilihan yang optimal untuk mengambil jaringan sakit dengan tepat, akurat dan aman.
  3. Histerektomi radikal, yaitu pengangkatan seluruh rahim, leher rahim, sebagian vagina, dan jaringan luas di sekitarnya, termasuk urat-urat (ligamen), indung telur (ovarium), saluran indung telur (tuba Fallopii), dan kelenjar-kelenjar getah bening di sekitarnya.
  4. Histerektomi radikal modifikasi, yaitu pengangkatan rahim, leher rahim, bagian atas vagina, urat-urat dan jaringan yang paling dekat dengan organ-organ tersebut. Kelenjar getah bening yang dekat juga mungkin terambil. Jenis pembedahan ini tidak mengangkat jaringan sebanyak histerektomi radikal.
  5. Salpingo-ooforektomi bilateral, yaitu pengangkatan kedua indung telur dan salurannya.
  6. Eksenterasi pelvis, yaitu pengangkatan bagian bawah usus besar, rektum, dan buli-buli. Leher rahim, vagina, kedua indung telur dan kelenjar getah bening terdekat juga diangkat. Pada pasien dibuat lubang buatan (stoma) untuk tempat keluar air kemih dan kotoran dari tubuh ke suatu kantung penampung.
  7. Bedah beku (cryosurgery), yaitu operasi menggunakan alat untuk membekukan dan menghancurkan jaringan abnormal, misalnya untuk karsinoma in situ. Tindakan ini juga disebut cryotherapy.
  8. Laser surgery: Suatu prosedur bedah yang menggunakan berkas sinar laser sebagai ‘pisau’ untuk memotong jaringan tanpa perdarahan atau untuk mengangkat tumor.
  9. Loop electrosurgical excision procedure (LEEP), yaitu tindakan yang menggunakan arus listrik yang diteruskan melalui kawat tipis sebagai pisaunya untuk membuang jaringan abnormal atau kanker.

Radiasi (Penyinaran), Terapi radiasi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar X berenergi tinggi atau radiasi sinar lain untuk membunuh sel-sel kanker atau mencegah pertumbuhan berikutnya. Terdapat dua jenis terapi radiasi, yaitu radiasi luar (eksternal) dan radiasi dalam (internal). Radiasi eksternal dilakukan menggunakan mesin di luar tubuh yang memancarkan radiasi ke arah kanker. Radiasi internal dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif yang ditempatkan langsung di dalam atau di dekat lokasi kanker. Jenis dan cara pemberian radiasi tergantung jenis dan stadium kanker yang diobati.

Kemoterapi, Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, baik dengan membunuh sel-sel kanker atau mencegah mereka membelah (berkembang biak). Kemoterapi biasanya dilakukan dengan memasukkan obat ke dalam pembuluh darah (injeksi).

Pemilihan Terapi Berdasarkan Stadium KankerPra-Kanker Leher Rahim:

Terapi untuk lesi pra-kanker leher rahim dapat dilakukan antara lain dengan:

  • LEEP
  • Bedah Laser
  • Konisasi
  • Cryosurgery
  • Histerektomi total untuk perempuan yang tidak bisa atau tidak mau lagi memiliki anak.
  • Radiasi internal untuk perempuan yang tidak dapat menjalani operasi.

Kanker Leher Rahim Stadium IA

Pilihan terapi untuk stadium IA adalah:

  • Histerektomi total dengan atau tanpa salpingo-ooforektomi bilateral
  • Konisasi
  • Histerektomi radikal modifikasi dan pengangkatan kelenjar getah bening
  • Terapi radiasi internal

Kanker Leher Rahim Stadium IB

Pilihan terapi untuk stadium IB adalah:

  • Kombinasi terapi radiasi internal dan radiasi eksternal
  • Histerektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening
  • Histerektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening diikuti terapi radiasi plus kemoterapi
  • Terapi radiasi plus kemoterapi

Kanker Leher Rahim Stadium IIA

Pilihan terapi untuk stadium IIA adalah:

  • Kombinasi terapi radiasi internal dan radiasi eksternal plus kemoterapi
  • Histerektomi radikal dan pengangkatn kelenjar getah bening
  • Histerektomi radikal dan pembuangan kelenjar getah bening diikuti oleh terapi radiasi plus kemoterapi

Kanker Leher Rahim Stadium IIB

Pengobatan kanker serviks stadium IIB dapat meliputi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium III

Pengobatan kanker leher rahim stadium III dapat meliputi terapi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium IVA

Pengobatan kanker leher rahim stadium IVA dapat meliputi terapi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium IVB

Pengobatan kanker leher rahim stadium IVB dapat meliputi:

  • Terapi radiasi sebagai terapi paliatif untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kanker dan memperbaiki kualitas hidup.
  • Kemoterapi
  • Uji klinik obat antikanker baru dan obat-obatan kombinasi.

Kekambuhan Kanker Leher Rahim 

Pilihan terapi untuk kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan adalah:

  • Eksterasi panggul diikuti oleh terapi radiasi kombinasi dengan kemoterapi.
  • Kemotearpi sebagai terapi paliatif untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan kanker dan memperbaiki kualitas hidup.
  • Uji klinis obat antikanker baru atau obat-obatan kombinasi.

Bagaimana Kemungkinan Pemulihan (Prognosis) Bagi Saya?

Kemungkinan pulih tergantung beberapa faktor, antara lain :

  • Usia Anda dan kondisi kesehatan secara umum;
  • Ada tidaknya HPV tipe tertentu;
  • Stadium kanker;
  • Jenis sel kanker;
  • Ukuran tumor;
  • Respons terhadap pengobatan.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif


Keunggulan Metode Robotic untuk Prostatektomi dan Digestif

Category : articles

Tak hanya di bidang urologi, bedah dengan ‘robot’ ini pun merambah di bidang Digestif. Luka besar pada perut adalah masa lalu. Saat ini dengan teknologi bedah yang mumpuni, yakni robotic surgery maka tindakan operasi pada kasus system disgetive dapat dilakukan dengan minimal invasif. Sementara menurut dr. Reno Rudiman, MSc, SpB(K) BD, FinaCS, FICS, Metode bedah robotic baru diperkenalkan. Sampai saat ini pihaknya telah menangani  dari 165 kasus (bidang Urologi, Kebidanan, dan Digestif) di RS Bunda. “Ini adalah fase untuk memperkuat diri. Jangan sampai kita tidak mempunyai kepercayaan diri, komplikasi minimal tapi hasil maksimal.

Langkah selanjutnya setelah percaya diri adalah menjalin kerja sama dengan rumah sakit lain,” harap dr. Reno. “Ada tiga metode bedah. Bedah dengan operasi atau sayatan besar, laparoskopi, dan operasi dengan robotik. Yang terakhir ini hanya menyebabkan sayatan kecil, instrumennya bergerak sangat akurat dan presisi, karena ada peran robot. Ketiga operasi tersebut semuanya efektif, tapi dari jumlah pendarahan dan waktu penyembuhan yang paling unggul adalah operasi dengan robot,” urai dr. Reno. Dengan teknik operasi ini penyakit seperti batu saluran empedu, tumor prankreas, batu di pankreas, dan lain-lain, dapat diselesaikan.

Dengan bedah robotic, maka dapat meminimalisir luka operasi, memberikan kemudahan untuk memastikan adanya perdarahan, menjangkau daerah yang sulit terlihat dan meminimalisir trauma pasca operasi. Sebagai contoh saat akan dilakukan gastric bypass, jika dilakukan dengan laparoskopy terkadang masih dapat terjadi peradangan. Namun dengan operasi robotik, seperti dengan operasi terbuka, kita dapat mengatur jahitan menggunakan benang resorbable dengan presisi yang luar biasa. “Bedah robotic lebih efisien. Luka dalam juga dijahit dengan baik, jaringan yang dipotong juga ditutup dengan penjahitan. Dengan robotic dibuat sekecil mungkin. Adapun rasa sakit yang muncul, karena luka kulit, bukan karena luka dalam,” imbuh dia.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif

 



RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada