Robotic dan Endometriosis

Robotic dan Endometriosis

Category : articles

Terkadang  wanita mengalami nyeri perut, nyeri menstruasi, dan sulit hamil (infertilitas). Kondisi ini perlu diwaspadai. Salah satu penyebabnya adalah endometriosis atau pertumbuhan sel endometrium (selaput lendir rahim) di luar rongga rahim.

Endometriosis termasuk ke dalam kelompok tiga masalah terbesar yang menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan) pada wanita.

Keluhan yang dialami:

  •   Nyeri perut yang cukup parah sebelum dan selama menstruasi.
  •    Rasa nyeri di panggul.
  •   Rasa sakit saat berhubungan intim.
  •    Rasa sakit saat berkemih.
  •   Rasa sakit saat buang air besar, terutama selama masa menstruasi.
  •   Nyeri punggung pada bagian bawah.
  •    Kelelahan.

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah  dengan mengonsumsi penghilang rasa sakit, terapi hormon, dan pembedahan. Wanita dengan endometriosis masih dapat hamil. Namun, ada juga yang mengalami kesulitan hamil.

Jika Anda mengalami masalah-masalah di atas dan juga mengalami kesulitan kehamilan, sebaiknya Anda segera untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya Anda alami.

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah ada kista endometriosis. Namun, tidak adanya kista tak berarti tidak ada endometrosis. Dokter dapat melakukannya dengan tindakan melalui laparoskopi konvensional, namun untuk hasil yang maksimal disarankan menggunakan laparoskopi robotik  karena laparoskopi konvensional yang masih menggunakan dua dimensi, sedangkan laparoskopi robotik sudah tiga dimensi.

Laparoskopi robotik yang lebih presisi dalam membuang kista dan perlekatan kista endometriosis yang sering menyebabkan nyeri disaat haid.

Laparoskopi robotik mempersingkat lama rawat setelah operasi, karena waktu pemulihannya sangat cepat serta nyeri yang derajatnya lebih ringan.

(editing oleh dr. Arie Adrianus Polim,D.MAS, SpOG-K)


Leave a Reply


RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada