Robot Penyelamat Penderita Kanker Prostat Stadium Dini

Robot Penyelamat Penderita Kanker Prostat Stadium Dini

Category : articles , news

Operasi pengangkatan kanker prostat secara konvensional memberikan rasa nyeri yang cukup tinggi. Operasi robot merupakan salah satu penyelamat selain presisi, rasa nyeri bagi pasien juga relatif minimal. Penyakit kanker prostat merupakan penyakit yang sering terjadi pada pria usia di atas 50 tahun. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih.

Kelenjar sebesar biji kenari ini berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi. Jika kelenjar prostat terkena kanker dan dibiarkan maka akan dapat menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Kanker prostat terjadi pada kelenjar prostat ketika sel-sel abnormal muncul dan berkembang. Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di seluruh dunia. Kanker prostat adalah satu kelompok kanker heterogen

yang umumnya terdiri dari sel-sel kanker yang bertumbuh-lambat dan seringkali tidak memunculkan gejala-gejala dini. Selain pilihan radioterapi dan pemberian obat-obatan, pengobatan kanker prostat dapat berupa prostatektomi. Tindakan ini bertujuan mengangkat seluruh kelenjar prostat.

Prostektomi dapat dilakukan dengan bedah terbuka ataupun pembedahan minimal invasif (laparoskopik atau berbantuan robotik).

PROSTATEKTOMI ROBOTIK

Operasi prostektomi robotik adalah tindakan operasi pengangkatan kelenjar prostat secara minimal invasif dengan menggunakan teknologi robot dan computer tercanggih (Sistem Bedah Robotik) Teknologi operasi terdiri dari beberapa teknologi, yakni instrumentasi endowrist, tampilan tiga dimensi, dan gerakan intuitif. Instrumentasi Endowrist memungkinkan dokter bedah mendapatkan keleluasaan dan ketangkasan dalam menggerakkan secara alami dari tangan robot yang dapat berputar seperti tangan manusia.

Pada sisi penglihatan terhadap organ tubuh, teknologi ini sudah menggunakan “penglihatan” tiga dimensi dan high definition (definisi tinggi). Tak hanya itu. Teknologi ini juga memiliki kemampuan 10

kali pembesaran. Hal ini memungkinkan dokter bedah untuk mendapatkan tampilan luas dan detail pada bidang pandang ketika melakukan operasi. Sementara gerakan intuitif, gerakan tangan robot akan menskalakan secara detail diterjemahkan menjadi gerakan tangan dokter. Selain itu gerakan ini memiliki presisi yang cukup tinggi dan tanpa menimbulkan getaran atau tremor.

Operasi prostektomi dengan robot cenderung menghasilkan sayatan kecil dengan ukuran lebih tepat dibandingkan jika dilakukan dengan operasi konvensional. Operasi konvensional dapat berpotensi

menghasilkan sayatan yang lebih panjang karena membutuhkan ruang yang lebih besar sehingga tangan ahli bedah bisa masuk dan memegang daerah kelenjar prostat.

Teknologi operasi robot ini menggunakan tabung kecil yang membuat ukuran operasi menjadi lebih kecil. Luka pasien yang kecil menimbulkan nyeri pasca-operasi yang lebih rendah. Selain itu, keuntungan pembedahan dengan robot membuat pasien tinggal di rumah sakit dan kembali bekerja lebih cepat dibanding operasi konvensional. Tak hanya itu. Keuntungan tambahan dari operasi prostektomi dengan robotik adalah kemungkinan pulihan fungsi ereksi (seksual) pasien lebih tinggi, serta peluang yang lebih baik bagi pasien untuk mendapatkan kembali kontinensia urine dalam enam bulan.

Prosedur tindakan prostektomi umumnya minimal dilakukan dalam waktu tiga jam, hal ini tergantung pada anatomi pasien dan luasnya pembedahan. Risiko pembedahan pun dapat muncul dan diakibatkan oleh semua jenis operasi. Namun, semakin baiknya kualitas pandangan dan fungsionalitas robot dan keahlian dokter akan meminimalisasi risiko dari setiap tindakan.


Leave a Reply


RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada