Keunggulan Metode Robotic untuk Prostatektomi dan Digestif

Keunggulan Metode Robotic untuk Prostatektomi dan Digestif

Category : articles

Tak hanya di bidang urologi, bedah dengan ‘robot’ ini pun merambah di bidang Digestif. Luka besar pada perut adalah masa lalu. Saat ini dengan teknologi bedah yang mumpuni, yakni robotic surgery maka tindakan operasi pada kasus system disgetive dapat dilakukan dengan minimal invasif. Sementara menurut dr. Reno Rudiman, MSc, SpB(K) BD, FinaCS, FICS, Metode bedah robotic baru diperkenalkan. Sampai saat ini pihaknya telah menangani  dari 165 kasus (bidang Urologi, Kebidanan, dan Digestif) di RS Bunda. “Ini adalah fase untuk memperkuat diri. Jangan sampai kita tidak mempunyai kepercayaan diri, komplikasi minimal tapi hasil maksimal.

Langkah selanjutnya setelah percaya diri adalah menjalin kerja sama dengan rumah sakit lain,” harap dr. Reno. “Ada tiga metode bedah. Bedah dengan operasi atau sayatan besar, laparoskopi, dan operasi dengan robotik. Yang terakhir ini hanya menyebabkan sayatan kecil, instrumennya bergerak sangat akurat dan presisi, karena ada peran robot. Ketiga operasi tersebut semuanya efektif, tapi dari jumlah pendarahan dan waktu penyembuhan yang paling unggul adalah operasi dengan robot,” urai dr. Reno. Dengan teknik operasi ini penyakit seperti batu saluran empedu, tumor prankreas, batu di pankreas, dan lain-lain, dapat diselesaikan.

Dengan bedah robotic, maka dapat meminimalisir luka operasi, memberikan kemudahan untuk memastikan adanya perdarahan, menjangkau daerah yang sulit terlihat dan meminimalisir trauma pasca operasi. Sebagai contoh saat akan dilakukan gastric bypass, jika dilakukan dengan laparoskopy terkadang masih dapat terjadi peradangan. Namun dengan operasi robotik, seperti dengan operasi terbuka, kita dapat mengatur jahitan menggunakan benang resorbable dengan presisi yang luar biasa. “Bedah robotic lebih efisien. Luka dalam juga dijahit dengan baik, jaringan yang dipotong juga ditutup dengan penjahitan. Dengan robotic dibuat sekecil mungkin. Adapun rasa sakit yang muncul, karena luka kulit, bukan karena luka dalam,” imbuh dia.

#janganoperasibesarlagi #savingliveswithbunda #savingliveskanker #minimalinvasif

 


Leave a Reply


RoboticWeek Dry Lab #roboticsurgery #roboticweek #rsiabundajakarta #bmhs1973

Sebuah kiriman dibagikan oleh Robotic Surgery Indonesia (@roboticsurgeryindonesia) pada